Netizen Respon Keluhan Penataan Buruk Pasar Winenet – Pedagang : Hentikan Sementara JPP Sampai Aspirasi Ini Didengar Pihak Pengelola

Bitung211 Dilihat

Bitung (Sulut) || Keluhan pedagang pasar Winenet terhadap buruknya penataan pasar, mendapat respon positif masyarakat Kota Bitung. Dukungan itu disampaikan netizen dalam mengomentari keluhan akun Opin Fientje di Media Sosial Facebook, beberapa hari lalu.

 

Akun Opin Fientje yang diduga adalah pedagang pasar Winenet, dalam postingannya meminta Perumda pasar memfungsikan jalan bukan sebagai tempat jualan.

Foto : Keluhan Pedagang Melalui Facebook

” Tolong Perumda Kota Bitung,….. Jalan dibuka dan jangan dijadikan Pasar ” tulis akun tersebut yang disertai dengan sejumlah gambar, yang menunjukan jalan pasar winenet marak dijadikan tempat jualan, oleh pedagang dadakan. Dalam gambar yang diduga dijalan tengah pasar winenet tersebut, nampak pedagang alasan/dasaran, tumpah ruah dijalan sambil menjajakan jualannya.

 

Respon positif ditulia akun Baim Wowor. Menurut Wowor, penataan sudah harus dilakukan, karena pedagang bersinggungan dengan pengendara.

 

” Betul sekali. benar sudah perlu dittaa lagi pedagang yang sudah memakai badan jalan. Nanti akan bersinggungan dengan pengendara ” Tulis akun Baim Wowor.

Foto : Terlihat Area Jalan Menjadi Tempat Berjualan

 

Situasi pasar tdak nyaman lagi jika tidak ditata. Termasuk kendaraan roda dua. Akun Sazuki Asokan berkomentar, motor yang berseliweran juga perlu ditata.

 

” Tambah lagi motor kesana kamari, beking dara tinggi mo belanja dipasar ” tulisnya.

 

Banyak juga para netizen,menyoroti kinerja operasional yang kurang maksimal. dampaknya menurut mereka membuat pasar semrawut.

 

” atur saja yang terbaik, karena semua sama2 cari makan” tulis akun Mimim Eyske.

Sementara itu, hingga informasi berita ini diturunkan media, belum ada tanggapan ataupun langkah kongkrit Perumda Pasar dilapangan. Situasi masih sama. seakan-akan keluhan ini tidak penting dan bukan persoalan strategis.

 

Informasi dari sumber pasar winenet menjelaskan, akibat aspirasi perbaikan ini belum dikerjakan Perumda Pasar, maka pembayaran Jasa Pelayanan Pasar- JPP dihentikan sementara oleh pedagang ***