Pengukuran BPN Gunakan SHM 00547, Theo Umboh : Kami Percaya BPN dan Kapolres Abdi Negara yang Bermartabat

Bitung541 Dilihat

Ahli Waris Keluarga Umbon Percaya dan yakin bahwa Pejabat Badan Pertanahan Nasional – BPN Kota Bitung dan Kapolres Bitung, adalah pejabat berwenang dan abdi negara yang tulus dan berakhlak mulia.

Foto : Theo Umboh Selaku ahli Waris

Penegasan ini disampaikan Theo Umboh ahli waris keluarga pemilik sertifikat hak milik – SHM 00547, yang berlokasi dipasar Girian, Girian weru Satu, Kecamatan Girian Bitung, pasca pengukuran objek Jumat (28/7/2023).

 

Sebagai ahli waris, maka Kel. Umboh mengapresiasi BPN dan Kapolres yang telah turun ke lapangan dan melakukan pengukuran/pengecekan batas dan luas sertifikat milik mereka. 

 

Dia menjelaskan,, pengukuran tanah dengan menggunakan dasar SHM 00547 atas nama ahli waris Kel. Umboh, memastikan bahwa diatas objek tanah pasar, tidak ada hak kepemilikan lain sesuai aturan pertanahan, yang bisa dijadikan dasar pengukuran. Dengan demikian maka, SHM 00547 sah secara hukum adalah milik kel. Umboh, dan lokasinya berada dipasar Girian, selayaknya pengukuran yang telah dilakukan institusi pertanahan yang dilindungi undang – Undang Agraria, yaitu BPN Kota Bitung.

” Kami Hormati BPN dan keinginan Kapolres Bitung. Kami Yakin mereka Abdi Negara yang baik. Dan sudah jelas bahwa SHM 00547 adalah milik Umboh dan berlokasi dipasar Girian. Pengukuran kemarin oleh BPN memastikan bahwa, lahan pasar adalah milik keluarga kami, dan sertifikat sah diakui oleh Badan Pertanahan Nasional – BPN Kota Bitung”, tegas Umboh ketika dikonfirmasi media via telp, Sabtu 29/7/2023. 

 

Dia menjelaskan, bahwa proses pembuatan sertifikat tidak mudah. Terbitnya sertifikat sudah sesuai dengan aturan hukum, dan tidak ada tuduhan pemalsuan seperti yang ditudingkan sekelompok pihak, dengan maksud menyerobot lahan pasar tersebut. Itu hanya ulah sekelompok orang yang berniat buruk.

 

” Proses pembuatan sertifikat tidak mudah. seluruh persyaratan administrasi pendaftaran tanah, untuk menghasilkan sertifikat sudah dilewati. Dan isu pemalsuan itu tidak benar, karena ada SP3 kepolisian terkait hal itu”, Tambah Umboh.

 

Keluarga Umboh, lanjut Theo mendorong siapapun pihak yang saat ini tengah mengganggu dan berupaya merebut tanah keluarga mereka, untuk melakukannnya dengan elegan dan sesuai dengan aturan undang-undang. Jika keberatan silahkan menempuh upaya hukum, dengan menggugat sertifikat ke Pengadilan Tata Usaha Negara – PTUN. Dan bukan melakukan upaya2 yang diluar proses dan aturan hukum yang berlaku Di Indonesia..

Foto : Dokumen Istimewa Lokasi Pasar Girian

” silahkan menggugat dan bukan menyerobot, karena sertifikat kami sah menurut Aturan hukum. Jangan main serobot atau mempertanyakan keabsahan sertifikat, dengan cara yang bertentangan dengan aturan “.. Tegas Umboh sambil menambahkan, bahwa mereka akan bertemu Kapolres Awal Pekan depan, untuk berkoordinasi dan Memperjuangkan hak mereka sebagai pemilik sertifikat 00547 dengan objek pasar Girian. 

 

Sementara itu, informasi menyebar bahwa aktor intelektual terduga penerobos tanah Kel. Umboh di pasar Girian, diduga jaringan ” Mafia Tanah” yang terkait pemalsuan register tanah milik Kel. Batuna, Dikelurahan Girian indah, yang objeknya akan dieksekusi Pengadilan Negeri Bitung awal Agustus mendatang.

 

Sumber menjelaskan, Menurut keterangan Sistem Penelusuran Perkara di Pengadilan negeri Bitung, Oknum Berinisial LNM Alias Liz pernah dipidana 1,4 Tahun atas penipuan, karena menjual/menyewakan tanah menggunakan register palsu, diatas lahan kel. Batuna Girian Indah.

 

Sumber media menduga, Oknum tersebut menggunakan modus operandi yang sama juga untuk melakukan pidana menyerobot lahan milik keluarga Umboh dipasar Girian, yang bersertifikat. Ironisnya, prilaku Oknum ini juga, biasanya dilakukan bersama-sama Sejumlah Oknum Pejabat, LSM, Ormas dan Wartawan, seperti yang terjadi atas lahan Bersertifikat Kel. Batuna. ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *