Listrik Dan Mesin Air Pasar Ikan Winenet Disabotase, Ratusan Pedagang Kumpul Dana Perbaikan

sergap24.com – Bitung (SULUT), Tindakan tidak terpuji diduga dilakukan seorang oknum berinisial (A) alias Aco, atas sejumlah peralatan Air dilokasi pasar ikan, Pasar Selaras Winenet Kota Bitung.

Foto : Diduga Oknum Inisial A – Alias Aco

Oknum berinisial A tersebut, diduga merusak panel pompa air dan mesin pompa air Pasar, yang sehari-harinya digunakan para pedagang untuk melayani kebutuhan air bersih dipasar tradisional tersebut.

 

tindakan mematikan jaringan air ini, diduga dilakukan oknum tersebut karena keinginan dirinya melakukan penagihan atas air bersih dipasar ikan lewat surat tugas Pjs. Direksi Perumda, tidak ditanggapi oleh pedagang. Pasalnya, menurut pedagang penagihan air bersih tidak ada dalam nomenklatur aturan SK Walikota Bitung, sebagai dasar penagihan diseluruh pasar yang dilaksanakan Perumda.

 

Oknum tersebut, diduga diduga kuat sengaja merusak panel dan mesin , agar pedagang kesulitan air bersih. Sebab air bersih adalah kebutuhan utama dipasar ikan.

 

” Iya diduga kuat memang ada kongkalingkong lagi ini. Pasalnya. Oknum ini selalu menunjukan surat perintah penagihan dari Pjs.direktur Utama, atas air bersih dipasar ikan. Padahal semua kami mengerti bahwa tidak ada dasar penagihan mereka lewat SK walikota “. Pungkas seorang pedagang kepada media. (10/10/03)

 

Pedagang mengaku sudah berkali-kali mengingatkan kepada yang bersangkutan, agar mengingatkan kepada Direksi, karena masalah air bersih ini pernah dipermasalah pedagang, hingga Perumda diperiksa kejaksaan pada tahun 2022 lalu, yang mengakibatkan Direksi lama terdampak. Bahkan, petugas tagih berinisial (A) pernah dipanggil kejaksaan karena masalah tersebut.

 

Ironisnya sekarang malah Direksi baru mengeluarkan karcis dan melakukan penagihan.

 

Menurut keterangan pedagang, selama ini mereka tidak berbayar kepada siapapun. Pengumpulan dana pedagang selama ini, hanya partisipasi pedagang untuk mencukupi pembiayaan pulsa listrik dipasar ikan.

 

” So bertahun- tahun kebiasaan ini torang lakukan. Dan tidak ada yang mencari keuntungan dibalik situasi ini. Ironisnya sekarang Direksi Perumda menugaskan oknum ini, kong beking penagihan. Padahal ini orang sebenarnya kami dengar menjaga WC Umum selama bertahun tahun, namun diduga tidak menyetor ke kas Perumda. Waktu itu terungkap dalam jumat curhat dengan kapolsek aertembaga. “, Ungkap seorang pedagang yang enggan namanya diberitakan. 

 

Situasi pasar ikan selama beberapa hari ini tidak kondusif, karena oknum yang memyabotase mesin dan Panel air, selalu melibatkan keluarganya memancing keributan dan membuat onar dipasar Ikan. Menurut sebagian pedagang perilaku ini juga sepertinya diduga dibiarkan pihak Pengelola.

 

Pedagang sendiri secara inisiatif sudah mengumpulkan dana pribadi untuk menggantikan fungsi panel dan mesin air yang mengakibatkan terhentinya pelayanan air bersih dipasar ikan.

 

” Hal ini terpaksa kami lakukan, karena butuh air bersih untuk ikan ” Tutup Pedagang.