Sikapi Laporan Penyerobotan, status lis Cs Jadi Tersangka

Bitung, Nasional4973 Dilihat
  1. sergap24.com – Bitung (SULUT), Kisruh persoalan penagihan ganda pasar Girian dilahan Milik Keluarga Umboh, mulai menunjukan titik terang.

Pasalnya, Tim Penyidik Unit Jatanras Reskrim Polres Bitung, telah menetapkan sejumlah penagih dipasar Tersebut, sebagai tersangka dalam laporan penyerobotan tanah, yang dilaporkan Theo Umboh sebagai Ahli Waris Keluarga kepada Kepolisian.

 

Informasi ini dipastikan, menyusul diketahuinya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) Nomor B / 756/ XI/Res. 1. 24 /2023/ Reskrim / Res Btg, tertanggal 29 November 2023, yang menetapkan LM Alias Lis, DP Alias Deice, YHP Alias Youla, SH alias Syane dan OM alias Olga, sebagai tersangka dalam pidana penyerobotan tanah.

Menurut Informasi yang disampaikan pedagang kepada media menyebutkan bahwa, para tersangka itu adalah penagih dari pihak Pinasang.

 

Mereka diinformasikan selain melakukan penagihan kepada pedagang, juga membangun satu buah kios dilokasi pasar Cabo.

Bidu (54) seorang pedagang mengatakan,bahwa lahan pasar cabo itu sudah diumumkan Kepolisian memiliki sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama ahli waris keluarga Umboh.

 

“ Iya benar kami memang membayar dua pihak sebelumnya. Karena para penagih yang ditetapkan tersangka ini, mereka dari keluarga Pinasang, dan menanggap tanah pasar Cabo milik orang tuanya”, Pungkas Idu.

 

“ Iya kami sudah dengar….. Baguslah kalo sudah ditetapkan tersangka agar nasib kami pedagang jadi jelas. Karena kondisi sekarang situasi pasar sering terganggu karena keributan mereka”, Ucap Idu Kesal.

 

Sementara Pihak Kuasa Hukum keluarga Umboh, D.H.R Tengor SH yang dikonfirmasi mengakui kliennya telah menerima Penetapan itu. Dia juga mengapresiasi Kepolisian, dengan mendorong penyelesaian laporan Klienya sejak bulan Juni lalu.

 

“ Iya benar, kami Apresiasi Kepolisian, dan semoga juga penyelesaiannya cepat tuntas, baik di Kejaksaan hingga kepolisian”, Kata Tengor.

 

Tengor Optimis laporan kliennya didasarkan pada alat bukti kepemilikan yang otentik, yakni Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 547 atas nama Keluarga Umboh.

 

Seperti diketahui, sebelumnya sejumlah pedagang pasar mengeluhkan penagihan ganda yang dilakukan keluarga Pinasang dan Umboh. Mereka meminta kepad kedua pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut dan tidak menjadikan pedagang sebagai korban. ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *