Dua Balita 4 Tahun Hanyut di Sungai Kampar.

Uncategorized528 Dilihat

KAMPAR.Sergap24.Com. Dua orang balita hanyut di sungai kampar di Desa Teratak Kecamatan Rumbio Jaya, satu korban ditemukan dialiran sungai dan satu lagi korban masih dalam pencarian, Rabu (18/10/2023) sekira pukul 16.00 WIB.

Korban yang sudah ditemuka Cahya Maulidia (+- 4) dan balita yang belum ditemukan Tiara Salsabilah (+-4). “Alhamdulillah satu korban ditemukan oleh warga bernama Wihandra dan korban kini sudah diserahkan kepada keluarga korban,” jelas Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kapolse Kampar IPTU Ilhamdi.

Dijelaskan Kapolsek, awal peristiwa ini terjadi Rabu (18/10/2023) sekira pukul 16.00 WIB, di dapat informasi dari masyarakat adanya 2 Balita yang tenggelam di Dusun Pasubilah Timur Desa Teratak Kecamatan Rumbio Jaya.

Setelah itu, atas informasi tersebut saya memerintahkan Kanit Reskrim IPTU Rian Onel dan unit Reskrim bersama personil piket Polsek Kampar untuk mendatangi TKP.

“Dari lokasi kita mendapatkan informasi dari Dian Eka Saputra yang saat itu sedang berada di Seberang Sungai melihat ke 2 Balita yang sedang bermain di tepi sungai Kampar,” ungkap Kapolsek.

Kemudian tidak berapa lama Dian Eka Saputra tidak melihat lagi ke 2 Balita tersebut di tepi sungai Kampar dan langsung memberitahukan kepada Warga adanya Balita yang tenggelam di sungai Kampar.

“Selanjutnya dilakukan pencarian di sungai Kampar oleh warga masyarakat terhadap ke 2 Balita yang tenggelam di sungai Kampar tersebut,” tambahnya.

Tidak lama setelah itu, warga langsung memcari korban dan akhirnya korban bernama Cahya Maulidia ditemukan oleh Wihandra dan dibawa ke daratan untuk di bawa langsung ke Puskesmas Rumbio Jaya.

“Namun Nyawa balita Cahya Maulidia tidak tertolong sudah meninggal Dunia,” ujarnya.

Selanjutnya sekira pukul 16.30 Wib,Tim BPBD Kab Kampar langsung turun ke lokasi dan melakukan pencarian terhadap 1 balita yang masih belum di temukan atas nama Tiara Salsabila, sampai saat ini Tim masih mencari Korban yang tenggelam tersebut.

“Kepada keluarga korban dilakuan wawancara dan pihak keluarga tidak bersedia korban dilakukan Visum/Otopsi dengan membuat surat pernyataan
Untuk korban tidak dilakukan Visum/Otopsi,” ungkapnya.

Untuk itu, mari kita berdoa bersama-sama untuk korban yang belum ditemukan. “Untuk masyarakat saya menghimbau untuk selalu waspada kepada anak-anaknya bermain di tepi sungai, mari kita salalu jaga anak-anak kita, agar terhindari dari hal seperti ini,” harap Kapolsek.

Ary Honis.A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *