Rapat Pasar Cita Ricuh, Pedagang : Ada Oknum Bukan Pedagang Bicara Tidak Sesuai Tujuan Rapat

Bitung1559 Dilihat

Rapat Pedagang yang digelar Perumda Pasar Bitung, dikantor Pengelola, Wangurer , untuk membicarakan rencana operasikan pasar cita modern mengalami kericuhan (4/8/2023).

Foto : Undangan Rapat Pedagang Pasar Cita Dari Perumda Pasar Bitung

Hal ini terjadi dipicu emosi pedagang pasar cita, karena pembicaraan dalam rapat justru tidak fokus pada kepentingan pedagang pasar cita yang akan direlokasi, namun melebar dan tidak sesuai tujuan undangan rapat.

 

Kericuhan diawali karena pedagang menuding upaya penggiringan oleh oknum bukan pedagang berinisial (RM) alias Renal, untuk mengabaikan kepentingan pedagang, dan mengalihkan pembicaraan yang bersifat pencitraan, dengan narasi tidak fokus pada kepentingan pasar cita.

Akibatnya pedagang protes dan meminta rapat fokus pada tujuan rapat, yaitu rencana masuknya pedagang pasar cita dilokasi pasar modern yang baru dibangun. Namun, keinginan pedagang mendapat tentangan dari pedagang lain, yang justru pedagang pasar winenet dan bukan pedagang pasar cita berinisial HS alias Sia.

 

Dalam video berdurasi 2 Menit yang beredar luas, Akibat kericuhan tersebut, PJs Direktur Utama Perumda Roy Tangkudung sampai menggebrak meja, dan Pjs. Direktur Umum Perumda Dr. Basmi Said sampai mengusir pedagang pasar winenet dari Organisasi tertentu, yang membuat keributan dan kekacauan. Rapat juga Bubar karena hal itu.

Menurut Sumber pedagang pasar cita, oknum (RM) tersebut terkesan memuja muji Perumda Pasar dan mengabaikan aspirasi pedagang pasar, yang hadir dalam rapat tersebut.

 

” bapak itu bicara banyak bacot dan diluar konteks rapat. Ada kesan dia hadir disetting, agar mendukung keinginan pengelola dan mengabaikan kepentingan dan aspirasi pedagang pasar”, Ungkap Sumber pedagang yang hadir dalam rapat, namun enggan namanya disebutkan agar terhindar dari intimidasi.

Menurut pedagang undangan hari itu jelas untuk membicarakan persoalan relokasi kembali pasar cita. Namun justru yang banyak bicara bukan pedagang pasar cita, namun pedagang pasar Winenet dan Pasar Sagerat, yang mengatas namakan pengurus Organisasi pedagang.

 

Apalagi oknum tersebut dan beberapa perwakilannya, hanya bicara pencitraan kepentingan golongannya dan tidak fokus pada persoalan pedagang pasar cita.

 

” rapat ini kan untuk kepentingan kami pedagang pasar cita, lalu kenapa yang banyak bicara bukan pedagang pasar cita, dan mereka juga bukan pedagang. Nanti jika salah ambil keputusan, yang dirugikan adalah kami pedagang pasar cita dan bukan mereka “, tegas Sumber Pedagang Pasar basah cita pusat kota.

 

Pada bagian lain, sejumlah pedagang pasar cita pusat kota, mengaku sedikit kecewa dengan kebijakan Perumda Pasar. Pedagang pasar basah yang sudah hadir di Perumda Pasar tidak dimasukan dalam pertemuan, padahal kapasitas ruang rapat mencukupi (4/8/2023). Padahal menurut mereka, pedagang diundang hadir untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Sayangnya mereka dibatasi hanya beberapa orang saja.

 

” Kami berharap Perumda pasar lebih bijaksana dan transparan. Karena ini kepentingan kami, lalu kenapa pedagang dari pasar lain yang banyak diberikan kesempatan” lirih Wisna (samaran) pedagang pasar basah cita pusat kota.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *